Senin, 29 Juli 2013

Nikmat Allah begitu besar

Alhamdulillahi Wasysyukru Lillah
(segala puji milik Allah dan segala bentuk syukur juga milik Allah).


"Assalamu'alaikum.Wr.Wb"
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’Anhu bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya ada tiga orang dari Bani Israil, yaitu, penderita penyakit kusta, orang berkepala botak, dan orang buta. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menguji mereka bertiga, maka diutuslah kepada mereka seorang malaikat.
Maka datanglah malaikat itu kepada orang pertama yang menderita penyakit kusta dan bertanya kepadanya, “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”
Ia menjawab, “Rupa yang bagus, kulit yang indah, dan penyakit yang menjijikkan ini hilang dari diriku.”
Maka diusaplah orang tersebut, dan hilanglah penyakit itu, serta diberilah ia rupa yang bagus, kulit yang indah. Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, “Lalu kekayaan apa yang paling kamu senangi?”
Ia menjawab, “Unta atau sapi.”
Maka diberilah ia seekor unta yang sedang bunting, dan iapun didoakan, “Semoga Allah memberikan berkah-Nya kepadamu dengan unta ini.”
Kemudian Malaikat tadi mendatangi orang yang kepalanya botak, dan bertanya kepadanya,“Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”
Ia menjawab, “Rambut yang indah, dan apa yang menjijikan di kepalaku ini hilang.”
Maka diusaplah kepalanya, dan seketika itu hilanglah penyakitnya, serta diberilah ia rambut yang indah.
Kemudian malaikat tadi bertanya lagi kepadanya, “Harta apakah yang kamu senangi?”
Ia menjawab, “Sapi atau unta.”
Maka diberilah ia seekor sapi yang sedang bunting, seraya didoakan, “Semoga Allah memberkahimu dengan sapi ini.”
Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang buta, dan bertanya kepadanya, “Apakah sesuatu yang paling kamu inginkan?”
Ia menjawab, “Semoga Allah berkenan mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat orang.”
Maka diusaplah wajahnya, dan seketika itu dikembalikan oleh Allah penglihatannya.
Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, “Harta apakah yang paling kamu senangi?”
Ia menjawab, “Kambing.”
Maka diberilah ia seekor kambing yang sedang bunting.
Lalu berkembangbiaklah unta, sapi dan kambing tersebut, sehingga yang pertama memiliki satu lembah unta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.
Kemudian datanglah malaikat itu kepada orang  yang sebelumnya menderita penyakit kusta, dengan menyerupai dirinya disaat ia masih dalam keadaan berpenyakit kusta, dan berkata kepadanya, “Aku seorang miskin, telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga tidak akan dapat meneruskan perjalananku hari ini kecuali dengan pertolongan Allah, kemudian dengan pertolongan anda. Demi Allah yang telah memberi Anda rupa yang tampan, kulit yang indah, dan kekayaan yang banyak ini, aku minta kepada Anda satu ekor unta saja untuk bekal meneruskan perjalananku.”
Tetapi permintaan ini ditolak dan dijawab, “Hak-hak (tanggunganku) masih banyak.”
Kemudian malaikat tadi berkata kepadanya, “Sepertinya aku pernah mengenal Anda, bukankah Anda ini dulu orang yang menderita penyakit lepra, yang mana orangpun sangat jijik melihat Anda, lagi pula Anda orang yang miskin, kemudian Allah memberikan kepada Anda harta kekayaan?”
Dia malah menjawab, “Harta kekayaan ini warisan dari nenek moyangku yang mulia lagi terhormat.”
Maka malaikat tadi berkata kepadanya, “Jika Anda berkata dusta niscaya Allah akan mengembalikan Anda kepada keadaan Anda semula.”
Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya berkepala botak, dengan menyerupai dirinya disaat masih botak, dan berkata kepadanya sebagaimana ia berkata kepada orang yang pernah menderita penyakita lepra, serta ditolaknya pula permintaanya sebagaimana ia ditolak oleh orang yang pertama.
Maka malaikat itu berkata, “Jika anda berkata bohong niscaya Allah akan mengembalikan Anda seperti keadaan semula.”
Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya buta, dengan menyerupai keadaannya dulu disaat ia masih buta, dan berkata kepadanya, “Aku adalah orang yang miskin, yang kehabisan bekal dalam perjalanan, dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rizki) dalam perjalananku ini, sehingga kau tidak dapat lagi meneruskan perjalananku hari ini, kecuali dengan pertolongan Allah kemudian pertolongan anda. Demi Allah yang telah mengembalikan penglihatan anda, aku minta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku.”
Maka orang itu menjawab, “Sungguh aku dulunya buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang Anda sukai, dan tinggalkan apa yang tidak Anda sukai. Demi Allah, saya tidak akan mempersulit Anda dengan mengembalikan sesuatu yang telah Anda ambil karena Allah.”
Maka malaikat tadi berkata, “Peganglah harta kekayaan Anda, karena sesungguhnya engkau ini hanya diuji oleh Allah. Allah telah ridha kepada anda, dan murka kepada kedua teman anda” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Saudara-saudara seiman seagama semoga dari kisah tersebut diatas menjadi renungan bagi kita, sehingga tidak lupa dengan umur kita Cuma hanya puluhan tahun, umur kita bukan umur ratusan tahun yang telah dimiliki pada umat Nabi zaman yang terdahulu. Oleh karena itu saudara-saudara yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. marilah kita gunakan kesempatan ini untuk bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.
1.      Mensyukuri nikmat Allah dengan melalui hati.
Cara bersyukur kepada Allah dengan hati ini maksudnya adalah dengan mengakui, mengimani dan meyakini bahwa segala bentuk kenikmatan ini datangnya hanya dari Allah SWT semata.
2.      Mensyukuri nikmat Allah dengan melalui lisan kita.
Caranya adalah dengan kita memperbanyak ucapan alhamdulillah (segala puji milik Allah) wasysyukru lillah (dan segala bentuk syukur juga milik Allah).
3.      Mensyukuri nikmat Allah dengan perbuatan kita.
Yaitu perbuatan dalam bentuk ketaatan kita menjalankan segala apa yang diperintah dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya.
Perintah-Nya termasuk segala hal yang yang berhubungan dalam rangka menunaikan perintah-perintah Allah, baik perintah itu yang bersifat wajib, sunnah maupun mubah. Anggapan kebanyakan orang, bersyukur kepada Allah hanya perlu dilakukan pada saat mendapatkan anugrah besar atau terbebas dari masalah besar adalah hal yang merupakan suatu kekeliruan yang besar. Padahal jika kita merenung sejenak, maka kita akan bisa menyadari bahwa kita semua ini dikelilingi oleh nikmat yang tidak terbatas banyaknya. Dalam hitungan waktu ,setiap detik, setiap menit, dan seterusnya tercurah kenikmatan dari Allah tak terhenti yang berupa hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang dihirup.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk senantisa mensyukuri nikmat yang telah diberikan-Nya dan menggunakan nikmat tersebut dalam rangka mencari keridhoan Allah yang diwujudkan dalam bentuk ketaatan kita. Amin....


"Wassalamu'alaikum"